Kamis, 12 Desember 2019

Penandatanganan MOU antara Polda Maluku dengan Pimpinan BNI Ambon, Untuk Peningkatan Akuntabilitas

Sumber: google.com


Penandatanganan MOU antara Polda Maluku dengan Pimpinan BNI Ambon. (Ka BNI Makassar) dilakukan di Rupattama Polda Maluku. Penandatanganan tersebut ditandatangani oleh Polda Maluku, Kapolda Maluku Irjen Pol. Drs. Deden Juhara dengan didampingi dengan Waka Polda Maluku Brigjen Pol. Drs. Daniel Pasaribu dan Drs. M. Rubani, A.,k, M. M.

Dikatakan oleh Kabid Humas Polda Maluku AKBP. A. R. Tatuh, penandatanagan tersbeut disaksikan oleh para pejabat yang hadir. Penandatanganan tersebut dari Polda Maluku diwakili oleh Kapolda Maluku dan dari BNI Ambon ditandatangani oleh Dionne E. E. Lamongan.

Penandatanganan ini dinyatakan oleh Kapolda Maluku dalam sambutannya bahwa pelaksanaan penandatanganan MOU ini adalah bentuk tindak lanjut yang sudah dilakukan oleh pimpinan Polri dengan Pimpinan BNI Pusat. Sehingga wujud tindak lanjut dari petunjuk pimpinan Polri.

Dirinya juga mengatakan, hal ini untuk peningkatan akuntabilitas dan transparansi serta pengamanan dan pelayanan bidang keuangan dalam pembayaran gaji dan tunjangan kinerja kepada anggota dan PNS Polri.

Hal ini dilakukan secara langsung ke rekening masing-masing anggota dan PNS yang bersangkutan melalui Bank Pemerintah. maka dengan dilaksanakan MOU ini diharapkan PT. Bank BNI Ambon dapat terus meningkatkan pelayanannya kepada seluruh personil Polda Maluku dan khususnya Personil Brimob dan Maluku, harap Kapolda.

Sementara itu Ka BNI Makassar dalam sambutannya antara lain menyatakan bahwa pelaksanaan MOU antara Polda Maluku dengan BNI Ambon dalam rangka kerjasama untuk menunjang pelayanan produk dan jasa perbankan bagi Kepolisian Daerah Maluku. Hal ini juga merupakan tindak lanjut kerjasama yang sudah dilakukan antara Polri dan Bank BNI yang telah ditandatangani di Jakarta, jelasnya.

Untuk itu tambahnya, pelaksanaan pembayaran transaksi perdana oleh Sat Brimobda Maluku dengan digunakan berupa kartu Debit BNI – Polri Promoter, yang mana kartu ini telah didesain khusus PROMOTER sesuai dengan visi misi Polri yaitu “Profesional, Modern, dan Terpercaya”. urainya.

Acara diakhiri dengan pemberian Cendramata dari Kapolda kepada Ka BNI Makassar, dan sebaliknya serta dilanjutkan dengan foto bersama. kegiatan berlangsung lancar dan aman.



Senin, 04 November 2019

Evelyn Nada Anjani Merasa Diancam, Rizky Adam Gak Takut Dilapor ke Polisi

Sumber: cumicumi.com


Lelaki bernama Rizky Adam terancam dilaporkan ke pihak kepolisian jika tidak segera melunasi honor Disc Jockey (DJ) Evelyn Nada Anjani.

Rencananya, mantan istri pemain film Aming Sugandhi itu akan membuat laporan pada Rabu (6/11/2019) mendatang bersama kuasa hukumnya.

"Saya pikir kalau nantinya dia tidak mengindahkan, maka dari pada itu kita akan melakukan upaya hukum dengan melaporkan ke polisi dengan pasal 378 dan 372 KUHP penipuan dan penggelapan. Maksimal 4 tahun penjara (hukumannya)," ujar Hendry Indraguna, kuasa hukum Evelyn Nada Anjani di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Senin (4/11).

Ya, pada tanggal 27 Oktober 2019 lalu, Eveline, Dinar Candy, Delon, dan juga DJ asal Jepang tampil dalam acara Colour Run yang berlangsung di Jakarta. Mereka tampil atas permintaan dari Rizky Adam yang mewakili penyelenggara event tersebut.

Namun hingga saat ini, Rizky belum melunasi honor mereka yang telah meramaikan event tersebut. Jangankan melunasi hingga sepenuhnya, untuk uang mukanya saja belum dibayar menurut pengakuan Evelyn.

Tidak terima dengan perlakuan Rizky, Evelyn pun berencana untuk membawa masalah itu ke pihak berwajib. Namun saat dikonfirmasi terkait hal tersebut, lelaki itu justru mengatakan sesuatu yang menurut Evelyn bernada ancaman.

"Ya dia menjawab, sebenernya dia duluan yang ngomong tadi. Kemarin saya ngomong 'mas kalau misalnya hari ini enggak ada pembayaran, besok saya mau ke lawyer saya (untuk berkonsultasi mengenai masalah ini)," kata Evelyn.

"Terus dia jawab 'Kalau pun mba Evelyn mau melaporkan kami, ya itu hak mba Evelyn. Tapi pasti ujung-ujungnya mediasi lagi, akan lebih lama lagi pencairannya ke mba Evelyn', ini pengancaman namanya kan," tandasnya.




Sumber: akurat.co

Evelyn Nada Anjani Berniat Polisikan Rizky Adam

Sumber: google.com


Disc Jockey (DJ) Evelyn Nada Anjani masih menunggu itikad baik dari seorang lelaki bernama Rizky Adam yang memintanya untuk meramaikan acara Color Run di Jakarta, pada 27 Oktober 2019 lalu. Dalam acara itu, Evelyn tampil bersama Dinar Candy, Delon, dan juga DJ asal Jepang.

Pertama kali diajak kerjasama, Evelyn mengaku Rizky yang mewakili penyelenggara event tersebut menjanjikan akan membayar honor mereka secara berkala. Di awal sebanyak 50 persen, kemudian jelang tiga hari tampil akan dilunasi semuanya.

Bahkan untuk mendapatkan haknya, mantan istri pemain film Aming Sugandhi itu sudah mengiyakan permintaan lelaki tersebut untuk melunasinya sekitar seminggu setelah mereka tampil.

"Si Rizky Adam ini juga menjanjikan ke saya seminggu setelah acara akan dilunasi, sekarang enggak ada penyelesaian juga. Saya sudah enggak mau berkompromi lagi,"  ujar Evelyn Nada Anjani di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Senin (4/11).

Namun kesepakatan itu hanya berputar di sekitar mulut saja. Pasalnya, hingga saat ini Rizky Adam belum memenuhi kewajibannya terhadap Evelyn hingga DJ asal Jepang tersebut.

"Baru dibayar sekitar sepuluh persen lah, itu pun karena ditagih-tagih. Alasannya ini-itu," jelasnya.

Olehnya demikian, jika sampai pada Rabu (6/11) 2019 mendatang, belum juga melunasi honor tersebut. Maka, terpaksa Rizky Adam akan dilaporkan ke pihak yang berwajib.

"Saya pikir kalau nantinya dia tidak mengindahkan, maka dari pada itu kita akan melakukan upaya hukum dengan melaporkan ke polisi dengan pasal 378 dan 372 KUHP penipuan dan penggelapan. Maksimal 4 tahun penjara (hukumannya)," kata Hendry Indraguna, kuasa hukum Evelyn Nada Anjani.




Sumber: akurat.co

Andien Aisyah Tak Memaksa Anaknya Ikuti Kemauan Dirinya


Sumber: google.com

Menjadi seorang ibu, Andien Aisyah punya cara tersendiri untuk mengatur pola asuh untuk anaknya, Kawa.

Bahkan menurutnya setiap orangtua pun juga punya aturan sendiri untuk mengasuh anaknya hingga tumbuh dewasa.

"Aku percaya ilmu parenting setiap keluarga beda-beda. Nggak usah dari keluarga lain, di aku pun juga begitu. Misalnya, mamaku, papaku punya ibu yang mengasuh berdasarkan caranya masing-masing," tuturnya di acara launching buku Belahan Jantungku di M Bloc, Jakarta Selatan, Senin (4/11).

Kendati demikian, walaupun banyak masukan yang diberikan, Andien tetap menerapkan pola asuh yang selama ini ia lakukan pada Kawa.

"Papa-mamaku diasuh oleh orang yang beda. Papaku punya ibu dan mamaku ada orangtuanya. Mereka punya masa kecil seperti apa, ya mereka besarkan ke aku. Kemudian aku punya Kawa, jadi menghasilkan pemikiran yang beda-beda juga.Tapi aku selalu berpikir, anak yang kita miliki ini unik," timpalnya.

Lebih lanjut, pelantun 'Moving On' ini mengatakan, selama ini ia bersama suaminya, Ippe, mengajari Kawa berbagai macam hal. Namun, tidak memaksa ia untuk menjadi seperti orangtuanya.

"Yang aku hindari membentuk Kawa seperti kita, seperti aku dan suamiku. Karena anak punya potensi besar yang tidak boleh orangtua lakukan pembatasan," jelasnya.




Sumber: akurat.co

Andien Ekspresikan Permasalahan Kaum Hawa Lewat Buku Barunya

Sumber: insertlive


Melalui bukunya yang berjudul Belahan Jantungku, Andien Aisyah memberikan dan menceritakan persoalan pengalamannya menjadi seorang perempuan dan ibu.

Dalam bukunya, Andien menceritakan pengalamannya dalam mengambil keputusan-keputusan atas dirinya dan anaknya, Anaku Aksara Biru atau akrab disapa Kawa.

Buku ini menjadi sebuah media interaksi Andien untuk berbagi kisahnya dengan lebih lengkap dan mendalam, serta ingin perempuan selalu membuka diri, pikiran, dan menemukan kedamaiannya sendiri.

Seperti halnya yang sedang banyak diperbincangkan yaitu melakukan tindak mommy shaming yang kerap kali dilakukan oleh para tetangga, ibu lainnya, teman dekat, bahkan keluarga.

Menanggapi hal tersebut ada satu bab di buku tersebut membahas tentang perlakuan tidak baik terhadap ibu lainnya.

"Mungkin bukan aku saja yang terjadi pada diriku tapi juga semua perempuan ataupun di media sosial dan real life. Bahkan seorang ibu pun bisa mem-bully anaknnya dan tidak support kayak, 'Kok susunya nggak keluar sih dulu ibu gini gini gini'. Tanpa disadari kita ucapkan bisa menyakiti perasaan orang lain," katanya ditemui AkuratTren di Kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Senin, (4/11). 

Kemudian, dari keingintahuan tersebut Andien melakukan riset dengan Najelaa Shibab terkait permasalahan yang kerap dialami perempuan dan ibu.

"Aku bertanya, 'kenapa mereka tidak pernah empati dengan cerita yang diceritakan oleh perempuan ini?'. Maksutnya, setiap orang ada saatnya ingin didengarkan bukannya dikomentari dengan, 'Iya, gue juga waktu dulu begitu' nggak begitu," lanjutnya.

Di sini, Mbak Najelaa memaparkan mengapa perempuan ini tendensinya kompetitif sekali dibandingkan pria. Sehingga, pertemanan sesama wanita itu dibilang cukup rumit dan pasti sering terjadi pertikaian antara keduanya. Hal ini terjadi karena perkataan atau imbuhan yang diucapkan atau kurangnya empati.

Sehingga, tambah Andien, menurut yang pernah ia baca, 70 persen perempuan di seluruh dunia ini kehilangan masa sakralnya sebagai ibu. Karena, terjadi tidak kesupportifan yang dilakukan sesama perempuan, sehingga mereka anxiety-nya besar sekali.

"Makanya, di buku ini aku membahas banyak sekali tentang perempuan. Misalnya, membahas mengapa pertemanan perempuan itu lebih rumit karena harus menjaga perasaan satu sama lain dan itu sangat berbeda dengan pertemanan antar laki-laki," tukasnya.




Sumber: akurat.co

Kamis, 31 Oktober 2019

Ruben Onsu: Betrand Peto Tetap Anakku, Walaupun Bukan Artis

Sumber: google.com


Penyanyi muda berbakat, Betrand Peto semakin populer dengan bakat bernyanyinya.

Bahkan ia juga diangkat sebagai anak oleh presenter Ruben Onsu. Meski tengah populer dan masa keartisan ada pasang surutnya, Ruben Onsu tak mengkhawatirkan akan hal itu.

Menurutnya, menjadi artis atau tidak, Betrand Peto tetap menjadi anaknya.

"Dari awal dia muncul saya sudah bilang, dia tak jadi artis pun dia tetap jadi anak saya gitu," kata Ruben Onsu di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Kamis (31/10).

Tak hanya itu, Ruben Onsu pun mengatakan akan terus menjaga Betrand Peto kendati menjadi artis ataupun tidak.

"Dia nggak jadi artis pun, saya masih ada perusahaan kok yang mudah-mudahan Betrand bisa tahu apa perusahaan saya, yang saya jalani ini seperti apa, Thalia seperti apa," terangnya.

Ruben menambahkan, untuk Betrand ke depannya, ia lebih menyerahkan kepada Jalan Tuhan yang diberikan.

"Jadi, tidak mengharuskan dia menjadi artis seperti apa, kalau jalan Tuhan menjadikan dia jadi artis, penyanyi, ya itu jalan Tuhan saya tidak bisa menghalangi. Tapi, jika tidak pun saya tidak akan membuat beban dia tidak jadi bintang. Kan buat orang berhasil nggak cuma jadi artis saja," sambung Ruben Onsu.




Sumber: akurat.co

Dua Eks Dewa 19, Ari Lasso dan Once Mekel Buka Konser Sang Pencinta


Sumber: akurat.co

Konser bertajuk Sang Pencinta yang digelar di Balai Sarbini, Jakarta Selatan, Kamis malam (31/10) menghadirkan Dewa 19, Ari Lasso, Once Mekel, Dul Jaelani, Rizky Febian, Eva Celia dan banyak lainnya.

Konser tersebut digelar stasiun televisi swasta Trans7. Dewa 19 membuka penampilannya dengan lagu Kamulah Satu Satunya.

"Selamat malam semuanya," sapa Ari Lasso kepada disambut riuhan penonton. Ari Lasso melanjutkan penampilannya dengan lagu Cukup Siti Nurbaya.

Lagu hits Dewa 19 tersebut sangat tidak asing di telinga hingga membuat seluruh penonton ikut bernyanyi bersama.

Penampilan Dewa 19 dilanjutkan dengan vokalis Once Mekel. Seperti diketahui, Once juga pernah menjadi bagian dari Dewa 19 pasca hengkangnya Ari Lasso.

Suara khas Once menyanyikan lagu Arjuna. Lengkingan suara tingginya seakan kembali mengenang masa kejayaan Dewa 19 kala itu.



Sumber: akurat.co