Tampilkan postingan dengan label Golkar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Golkar. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 November 2018

Misbakhun Berbagi Pengalamannya Dalam Dunia Politik

Add caption
Misbakhun Politisi Partai Golkar menaggap bahwa dalam dunia politik itu keras apalagi saat beliau menjadi tersangka kasus Misbakhun korupsi. Hal tersebut ia sampaikan dalam acara sekolah politik Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) di Jakarta, Jumat (9/12/2016). Di hadapan lebih dari 100 kader ICMI yang menjadi peserta acara.

Dalam acara tersebut Misbakhun juga menceritakan beberapa pengalamnya dahulu. Saat beliau di penjara dengan tuduhan Misbakhun korupsi pada dua tahun lalu beliau dipenjara sebelum akhirnya dibebaskan karena putusan Mahkamah Agung yang menyatakan dia tak bersalah. "Bagi saya, episode hidup saya terbaik adalah saat saya dipenjara. Saat di sana, dalam tiga hari, saya bisa khatam Al Quran.

Saat di penjara, saya khatamkan Al Quran lebih banyak dibanding waktu lainnya sepanjang hidup saya," kata Misbakhun.

Sesudah bebas dari tuduhan mengenai kasus Misbkahun korupsi, Misbakhun mengaku bahwa dirinya tidak pernah memiliki masalah personal dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada saat itu.

Dengan demikian Misbakhun masih menghormati SBY sebagai seorang tokoh tinggi dan presiden. "Yang saya serang kebijakannya. Berdebat melawan pemimpin, jangan pernah pribadinya, tapi serang kebijakannya,"  tambah Misbakhun.

Misbakhun keluar dari PKS dan masuk ke Partai Golkar. Misbakhun lalu kembali ke dapilnya, dan menjalin hubungan dengan warga yang dulu memilihnya saat masih di PKS. Misbakhun berhasil memberikan satu kursi DPR untuk Golkar, sementara PKS kehilangan satu kursi.

Misbakhun menjadi anggota DPR periode 2014-2019 dari Fraksi Golkar. Di Golkar, Misbakhun memiliki banyak pengalaman dan dia menyimpulkan bahwa perperangan terberat yang harus dihadapi politisi itu adalah justru di internal partainya sendiri.

"Realitas seperti ini tak bisa dinafikan. Walau bukan kondisi ideal, tapi itu harus bisa kita lewati. Pertarungan paling keras adalah pertarungan internal partai," ucap kembali  Misbakhun.

 "Tapi ingat juga. Kalau di medan perang, ada peribahasa, kill or to be killed. Kalau di politik Indonesia, ada istilah 'nyawa politisi melebihi kucing'. Dia bisa hidup, mati, hidup, mati, hidup lagi," tambahnya.

Yang jelas,  menurut Misbakhun, seseorang yang ingin berkarir di dunia politik harus bisa menunjukkan kapabilitas dan semangatnya, sehingga akan dipakai oleh rezim manapun yang berkuasa di partai.

 "Saya yang kuat di isu keuangan, sempat dipinggirkan di Komisi II (pemerintahan). Saya tetap bersemangat, tetap serius. Tetapi tax amnesty macet, akhirnya saya sendiri diminta masuk lagi ke Komisi Keuangan untuk mengurusinya," ucap Misbakhun.

Dia juga memberitahu bahwa karir di politik akan langgeng kalau posisi di daerah pemilihan diperkuat dengan rajin turun ke masyarakat. Dengan kuat di dapil, kata dia, parpol tidak akan mau kehilangan sang politisi karena otomatis akan kehilangan kursi juga. "Parpol lain juga akan mikir melawan kita. Ini yang bikin kita dihargai di dalam politik," tambahnya.

Singkatnya setiap permasalahan pasti ada hikmahnya di dalam seperti kasus Misbakhun sediri yang memiliki hikmah begitu banyak dan malah membuat beliau semakin dekat dengan tuhannya.

Jumat, 14 September 2018

Tudingan Keras Atas Misbakhun




Misbakhun: Andi Arief Doyan Menuding Tanpa Bukti



akurat.co


Mantan dari Politikus PKS Mukhamad Misbakhun membantah tudingan yang menyebutkan namanya dalam kasus Bank Century yang telah di lontarkan oleh Wakil Sekretaris Jenderal Demokrat Andi Arief. 

Dalam artikel yang tertulis dalam Asia Sentinel merupakan tulisan dari John Berthelsen yang berisi cuplikan dari hasil investigasi pencucian uang pada era Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) oleh Bank Century.

“Soal tuduhan yang disampaikan silakan tanya ke Mas Andi Arief lagi. Kan dia yang melempar isu itu. Silahkan dia yang membuktikan. Selama ini kan dia sukanya menuduh tanpa bukti. Bicara soal Jenderal Kardus, bicara soal mahar politik semua isu yang dia lemparkan lenyap begitu saja tanpa bukti,” kata Misbakhun.

Pria yang terlahir di Pasuruan ini mengaku dirinya tidak memiliki kuada untuk menggerakkan media asing seperti yang di tuduhkan oleh Andi. "Memangnya saya ini siapa? kok sampai di anggap bisa menggerakan media asing untuk menulis soal Century," tambahnya.

Politikus Golkar itu menengaskan, Bahwa John Berthelsen tidak hanya menulis persoalan skandal Century. Dikarenakan ia haru fokus untuk mencari tahu skandal-skandal besar di negara lainnya.

“Perihal tulisan di Asia Sentinel itu juga tidak sepenuhnya baru, karena sudah menjadi temuan audit investigasi BPK dan Pansus Angket DPR 2009-2014. Semua juga sudah terpublikasi,” pungkasnya.

Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief sudah menyerang politikus Golkar yaitu Mukhamad Misbakhun. Menurut dia, Pria dengan kelahiran Pasuruan tersebut adalah belakang berita media asing, Asia Dentinel, mengenai skandal Bank Century dan kaitannya dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Lewat media sosial, Andi Arief meminta publik untuk menanyakan soal skandal Century kepada Misbakhun.  Menurut Andi, Misbakhun itu adalah bagian dari skandal tersebut.

"Kasus century diulang-ulang. Tanya sama mantan napi kasus century Misbakhun yang paham soal century, karena dia dan perusahaannya yang menjadi pelaku," kata Andi dalam akun Twitternya, @AndiArief.


Baca Selengkapnya...
sumber : akurat.co