Kamis, 31 Oktober 2019

LIPI: Karena Teknologi, Post-Truth Bisa Terjadi

Sumber: google.com


Fenomena post-truth muncul dalam peta politik dunia semenjak satu dekade terakhir, termasuk Indonesia. Menurut kamus Oxford, post-truth adalah kata sifat yang berkaitan dengan keadaan individu merespons lebih banyak menggunakan perasaan dan keyakinan daripada fakta.

Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Laksana Tri Handoko mengatakan fenomena post-truth tidak akan mungkin terjadi tanpa adanya teknologi yang mendukung proses komunikasi politik.

"Pola ini terjadi sepanjang sejarah bangsa kita. Pada masa perjuangan kemerdekaan, teknologi percetakan, sistem pengiriman jasa pos, telegraf, audio, dan radio elektronika mendukung proses komunikasi politik sehingga melahirkan identitas kebangsaan,” ujarnya melansir laman resmi LIPI, Kamis (31/10/2019).

Menurut Handoko, peta politik dan gaya komunikasi yang digunakan berubah dari proses satu arah menjadi cara komunikasi yang interaktif. Dirinya menjelaskan, imbas dari teknologi yang memungkinkan proses interaktif adalah munculnya post-truth sebagai cara komunikasi politik yang fenomenanya mendunia.

"Fenomena tersebut pun muncul di Indonesia dengan berbagai media komunikasi sehingga memunculkan istilah Hoax, Bot, dan Cyber Army yang kita kenal saat ini," tandas Handoko.




Sumber: akurat.co

Tidak ada komentar:

Posting Komentar