Kamis, 12 Desember 2019

Hasil RUPSLB, Achmad Baiquni Masih Ditetapkan Sebagai Direktur Utama BNI

Sumber: google.com

Lahir tahun 1957, Achmad Baiquni memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S1) dari Universitas Padjadjaran dan Sarjana (S2) dari Business Management, Asian Institute of Management, Makati, Filipina.

Sebelumnya dia menjabat sebagai Direktur Keuangan BRI (2010 - 2015), Direktur Bisnis Usaha Kecil Menengah dan Syariah BNI (2008-2010), Direktur Korporasi BNI (2006 - 2008) dan Direktur Konsumer BNI (2003-2006).

Setelah Bank Mandiri dan Bank Tabungan Negara, kini giliran PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) yang menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Jumat siang ini (30/8/2019).

Hasilnya, Achmad Baiquni masih ditetapkan sebagai Direktur Utama BNI. Dia sebelumnya diangkat dalam RUPS BNI pada 17 Maret 2015 dan mendapat persetujuan dari OJK pada 16 April 2015.

Selain itu, RUPSLB juga memutuskan pergantian satu direktur yakni Ario Bimo menggantikan Catur Budi Harto yang diberhentikan. Ario Bimo sebelumnya General Manager (GM) BNI Cabang Tokyo, Jepang. Selain itu juga ada perombakan jabatan Direktur, meskipun mayoritas wajah lama di BNI masih bertahan.

Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Konsultan Kementerian BUMN Gatot Trihargo sebelumnya sudah memberi sinyal kemungkinan ada pergantian direksi dan komisaris pada BBNI.

"[BNI] Kemungkinan ada perubahan pengurus. Direksi dan Komisaris," kata Gatot di Menara BTN, Kamis (29/8/2019).

Menurut Gatot, Komisaris baru BTN Marwanto juga dipindahkan dari BNI sehingga ada posisi kosong dari jajaran Komisaris di BNI.

Berikut jajaran direksi BNI setelah RUPSLB:
Direktur Utama: Achmad Baiquni
Wakil Direktur Utama: Herry Sidharta
Direktur Keuangan: Ario Bimo
Direktur Bisnis Korporasi: Putrama Wahju Setyawan
Direktur Treasury & Internasional Banking: Bob Tyasika AnantaDirektur Hubungan Kelembagaan: Adi Sulistyowati
Direktur Management Risiko: Rico Budiarmo
Direktur Bisnis UMKM & Jaringan: Tambok P.S Simanjuntak
Direktur Bisnis Konsumer: Anggoro Eko Cahyo
Direktur Teknologi Informasi & Operasi: Dadang Setiabudi
Direktur Human Capital & Kepatuhan: Endang Hidayatullah



Sumber: cnbcindonesia.com

Putusan RUPSLB, Posisi Direktur Utama Tetap Dipegang Achmad Baiquni

Sumber: google.com


Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. telah diputuskan jika tidak mengganti posisi direktur utama dan wakil direktur. Kedua posisi tersebut tetap diisi oleh Achmad Baiquni dan Herry Sidharta.

Sementara itu RUPSLB merombak susunan direksi karena pemberhentian dengan hormat Direktur Bisnis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah dan Jaringan Catur Budi Harto. Posisi tersebut digantikan oleh Tambok P. Setyawati yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Konsumer.

Anggoro Eko Cahyo yang sebelumnya menjabat sebagai direktur keuangan kini menggantikan posisi Tambok sebagai direktur bisnis konsumer. Ario Bimo yang sebelumnya menjabat sebagai General Manager BNI Tokyo Ario Bimo mengisi posisi direktur keuangan.

Direktur utama Achmad Baiquni menjelaskan bahwa perubahan struktur direksi dilakukan dengan mempertimbangkan pengalaman yang sebelumnya dimiliki oleh pihak yang ditunjuk.

“Seperti Pak Bob yang bertukar posisi dengan Pak Rico pernah punya pengalaman di divisi internasional maupun cabang luar negeri,” katanya usai RUPSLB di Jakarta, Jumat (30/8/2019).

Berdasarkan RUPSLB  Bob Tyasika Ananta yang sebelumnya menjabat sebagai direktur manajemen risiko bertukar posisi dengan Rico Budidarmo yang sebelumnya menjabat sebagai direktur tresuri dan internasional.

Selain susunan direksi, RUPSLB BNI juga memberhentikan Marwanto Harjowiryono sebagai komisaris perseroan. Posisi tersebut kini diisi oleh Askolani.

Adapun RUPSLB BNI merupakan yang ketiga diadakan oleh bank pelat merah. Sebelumnya PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. juga telah melakukan agenda RUPSLB serupa.

Pemegang saham BTN memberhentikan Direktur Utama Maryono dan memberikan posisi tersebut kepada Direktur Utama BRI Suprajarto. Namun Suprajato menolak sehingga kedua jabatan puncak di kedua bank saat ini masih kosong.



BNI Go Green Mengajak Para Pegawai Belajar Mengetahui Cara Mengelola Sampah

Sumber: BNI

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mengajak para pegawai milenialnya untuk belajar mengetahui cara mengelola sampah dengan baik melalui program Akademi Bijak Sampah.

Pencemaran lingkungan akibat limbah sampah masih membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak. Kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah secara bertanggung jawab dapat mengurangi dampak tersebut. Seperti sampah plastik yang tidak dapat terurai, kerap menjadi permasalahan yang dihadapi Indonesia bahkan dunia, karena berpotensi mencemari dan lingkungan.

Corporate Secretary BNI Meiliana mengatakan BNI memiliki program BNI Go Green yang bertujuan untuk meningkatkan kepedulian dan tanggung jawab terhadap sosial dan lingkungan. Salah satu implementasi dari BNI Go Green adalah mengikutsertakan para pegawai milenialnya pada program Akademi Bijak Sampah.

"Pada program tersebut, pegawai milenial BNI mendapatkan materi pengelolaan sampah yang bertanggung jawab dan bijaksana dengan menerapkan konsep 3R yaitu Reduce (dikurangi), Reuse (penggunaan kembali), dan Recycle (daur ulang). Kemudian sistem pengelolaan sampah yang menerapkan 3R juga dapat menekan atau meminimalisir dana yang dikeluarkan untuk biaya operasional, konsumsi, dan alat tulis kantor seperti penggunaan kertas untuk dokumen-dokumen yang bisa didigitalisasikan dengan berbentuk soft copy," kata Meiliana.

Kegiatan yang diselenggarakan di daerah Bekasi, Jawa Barat tersebut merupakan kerja sama antara BNI dan Waste4Change untuk membangkitkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan, terutama melalui pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.

Pegawai milenial BNI juga mengunjungi langsung tempat-tempat pengelolaan sampah seperti Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang dan Rumah Pemulihan Material milik Waste4Change di daerah Bekasi. Tidak hanya penyampaian materi secara satu arah saja dari pembicara, pegawai milenial BNI belajar mengelola sampah melalui permainan seru dan diskusi interaktif.

"Nantinya pegawai milenial BNI yang telah mengikuti program tersebut akan menjadi Green Champion di divisinya masing-masing. Mereka bertugas untuk mengedukasi pola hidup ramah, salah satunya pengolahan sampah di lingkungannya. Langkah selanjutnya, BNI akan mengumpulkan sampah kertas untuk didaur ulang menjadi barang bernilai guna lebih," tutup Meiliana.



Sumber: News.detik.com 

Untuk Kemudahan Nasabah, Bank BNI Membuka 4 KCP di Wilayah Maluku

Sumber: google.com


Selalu mengedepankan kemudahan dan juga kenyaman bertransaksi untuk seluruh nasabah adalah tujuan dan target dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Untuk memberikan kemudahan akses untuk masyarakat sekaligus perluasan jaringan bisnis dan peningkatan kualitas layanan, BNI Ambon, membuka Kantor Cabang Pembantu (KCP) baru di 4 kabupaten/kota di Maluku.

4 KCP yang dibuka, yakni KCP Seram Bagian Barat (Gemba), Rabu(5/10/2016), KCP Seram Bagian Timur (Bula), Kamis(6/10/2016), KCP Maluku Tenggara (Langgur), Jumat(7/10/2016), dan KCP Kepulauan Aru (Dobo), Rabu(12/10/2016). Bertambahnya 4 KCP, maka secara keseluruhan BNI telah berada di 10 kabupaten/kota di Maluku.

Kepala Kantor BNI Ambon, Dionne E. Limmon mengatakan dengan hadirnya 4 KCP baru, dapat memberikan pelayanan serta lebih dekat dengan masyarakat.

“Kami yakin dengan dibukanya beberapa KCP bisa membantu mempermudah masyarakat dalam melakukan transaksi dan aktivitas perbankan,” ungkapnya kepada koran ini, Rabu(5/10).

Di Maluku, saat ini terdapat satu KCU, dan 7 KCP, 5 kantor kas dan 61 unit ATM yang tersebar di berbagai lokasi. “Kami sendiri optimis dapat membantu memenuhi kebutuhan perbankan masyarakat termasuk fasilitas pembiayaan atau permodalan. Selain itu, dalam waktu dekat sebanyak 14 unit ATM akan segera dioperasikan,” rincinya.

Di tengah persaingan industri perbankan yang kian kompetitif, sambung Dionne, BNI tetap berkomitmen untuk berperan aktif dalam pertumbuhan ekonomi nasional, antara lain dengan memberikan layanan yang unggul dan memberikan nilai lebih bagi nasabah.

Salah satunya adalah dengan terus mengembangkan, meningkatkan dan merevitalisasi KCP baru maupun ATM agar lebih berkualitas, baik dari aspek teknologi maupun fitur layanan. Layanan tersebut diberikan dengan memperhatikan aspek potensi bisnis daerah dan kebutuhan nasabah di lokasi-lokasi strategis di daerah ini.

Pembukaan KCP baru juga bertujuan untuk meningkatkan Dana Pihak Ketiga (DPK) BNI serta memperluas coverage area bisnis atau layanan, sehingga BNI bisa lebih dekat dengan nasabah dalam rangka memberikan pelayanan terbaik,” ujarnya

Selain itu, sebagai langkah untuk meningkatkan jumlah agen layanan keuangan tanpa kantor dalam rangka keuangan inklusif atau laku pandai yang di BNI disebut dengan Agen BNI46. “Agen BNI46 adalah pihak ketiga yang bekerjasama dengan BNI untuk menjadi kepanjangan tangan BNI dalam menyediakan layanan perbankan kepada masyarakat, berupa pembukaan rekening tabungan BNI pandai, setoran tunai, penarikan tunai, dan pembayaran,” paparnya.

Dia berharap, BNI bisa mendorong potensi ekonomi di Maluku dan menjadi bank pilihan utama masyarakat dalam melakukan transaksi keuangan.

“Intinya kami berharap dapat menopang rencana ekspansi kredit BNI dalam meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat diantaranya melalui penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) dan produk perbankan lainnya,” harapnya.



Penandatanganan MOU antara Polda Maluku dengan Pimpinan BNI Ambon, Untuk Peningkatan Akuntabilitas

Sumber: google.com


Penandatanganan MOU antara Polda Maluku dengan Pimpinan BNI Ambon(Ka BNI Makassar) dilakukan di Rupattama Polda Maluku. Penandatanganan tersebut ditandatangani oleh Polda Maluku, Kapolda Maluku Irjen Pol. Drs. Deden Juhara dengan didampingi dengan Waka Polda Maluku Brigjen Pol. Drs. Daniel Pasaribu dan Drs. M. Rubani, A.,k, M. M.

Dikatakan oleh Kabid Humas Polda Maluku AKBP. A. R. Tatuh, penandatanagan tersbeut disaksikan oleh para pejabat yang hadir. Penandatanganan tersebut dari Polda Maluku diwakili oleh Kapolda Maluku dan dari BNI Ambon ditandatangani oleh Dionne E. E. Lamongan.

Penandatanganan ini dinyatakan oleh Kapolda Maluku dalam sambutannya bahwa pelaksanaan penandatanganan MOU ini adalah bentuk tindak lanjut yang sudah dilakukan oleh pimpinan Polri dengan Pimpinan BNI Pusat. Sehingga wujud tindak lanjut dari petunjuk pimpinan Polri.

Dirinya juga mengatakan, hal ini untuk peningkatan akuntabilitas dan transparansi serta pengamanan dan pelayanan bidang keuangan dalam pembayaran gaji dan tunjangan kinerja kepada anggota dan PNS Polri.

Hal ini dilakukan secara langsung ke rekening masing-masing anggota dan PNS yang bersangkutan melalui Bank Pemerintah. maka dengan dilaksanakan MOU ini diharapkan PT. Bank BNI Ambon dapat terus meningkatkan pelayanannya kepada seluruh personil Polda Maluku dan khususnya Personil Brimob dan Maluku, harap Kapolda.

Sementara itu Ka BNI Makassar dalam sambutannya antara lain menyatakan bahwa pelaksanaan MOU antara Polda Maluku dengan BNI Ambon dalam rangka kerjasama untuk menunjang pelayanan produk dan jasa perbankan bagi Kepolisian Daerah Maluku. Hal ini juga merupakan tindak lanjut kerjasama yang sudah dilakukan antara Polri dan Bank BNI yang telah ditandatangani di Jakarta, jelasnya.

Untuk itu tambahnya, pelaksanaan pembayaran transaksi perdana oleh Sat Brimobda Maluku dengan digunakan berupa kartu Debit BNI – Polri Promoter, yang mana kartu ini telah didesain khusus PROMOTER sesuai dengan visi misi Polri yaitu “Profesional, Modern, dan Terpercaya”. urainya.

Acara diakhiri dengan pemberian Cendramata dari Kapolda kepada Ka BNI Makassar, dan sebaliknya serta dilanjutkan dengan foto bersama. kegiatan berlangsung lancar dan aman.



Senin, 04 November 2019

Evelyn Nada Anjani Merasa Diancam, Rizky Adam Gak Takut Dilapor ke Polisi

Sumber: cumicumi.com


Lelaki bernama Rizky Adam terancam dilaporkan ke pihak kepolisian jika tidak segera melunasi honor Disc Jockey (DJ) Evelyn Nada Anjani.

Rencananya, mantan istri pemain film Aming Sugandhi itu akan membuat laporan pada Rabu (6/11/2019) mendatang bersama kuasa hukumnya.

"Saya pikir kalau nantinya dia tidak mengindahkan, maka dari pada itu kita akan melakukan upaya hukum dengan melaporkan ke polisi dengan pasal 378 dan 372 KUHP penipuan dan penggelapan. Maksimal 4 tahun penjara (hukumannya)," ujar Hendry Indraguna, kuasa hukum Evelyn Nada Anjani di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Senin (4/11).

Ya, pada tanggal 27 Oktober 2019 lalu, Eveline, Dinar Candy, Delon, dan juga DJ asal Jepang tampil dalam acara Colour Run yang berlangsung di Jakarta. Mereka tampil atas permintaan dari Rizky Adam yang mewakili penyelenggara event tersebut.

Namun hingga saat ini, Rizky belum melunasi honor mereka yang telah meramaikan event tersebut. Jangankan melunasi hingga sepenuhnya, untuk uang mukanya saja belum dibayar menurut pengakuan Evelyn.

Tidak terima dengan perlakuan Rizky, Evelyn pun berencana untuk membawa masalah itu ke pihak berwajib. Namun saat dikonfirmasi terkait hal tersebut, lelaki itu justru mengatakan sesuatu yang menurut Evelyn bernada ancaman.

"Ya dia menjawab, sebenernya dia duluan yang ngomong tadi. Kemarin saya ngomong 'mas kalau misalnya hari ini enggak ada pembayaran, besok saya mau ke lawyer saya (untuk berkonsultasi mengenai masalah ini)," kata Evelyn.

"Terus dia jawab 'Kalau pun mba Evelyn mau melaporkan kami, ya itu hak mba Evelyn. Tapi pasti ujung-ujungnya mediasi lagi, akan lebih lama lagi pencairannya ke mba Evelyn', ini pengancaman namanya kan," tandasnya.




Sumber: akurat.co

Evelyn Nada Anjani Berniat Polisikan Rizky Adam

Sumber: google.com


Disc Jockey (DJ) Evelyn Nada Anjani masih menunggu itikad baik dari seorang lelaki bernama Rizky Adam yang memintanya untuk meramaikan acara Color Run di Jakarta, pada 27 Oktober 2019 lalu. Dalam acara itu, Evelyn tampil bersama Dinar Candy, Delon, dan juga DJ asal Jepang.

Pertama kali diajak kerjasama, Evelyn mengaku Rizky yang mewakili penyelenggara event tersebut menjanjikan akan membayar honor mereka secara berkala. Di awal sebanyak 50 persen, kemudian jelang tiga hari tampil akan dilunasi semuanya.

Bahkan untuk mendapatkan haknya, mantan istri pemain film Aming Sugandhi itu sudah mengiyakan permintaan lelaki tersebut untuk melunasinya sekitar seminggu setelah mereka tampil.

"Si Rizky Adam ini juga menjanjikan ke saya seminggu setelah acara akan dilunasi, sekarang enggak ada penyelesaian juga. Saya sudah enggak mau berkompromi lagi,"  ujar Evelyn Nada Anjani di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Senin (4/11).

Namun kesepakatan itu hanya berputar di sekitar mulut saja. Pasalnya, hingga saat ini Rizky Adam belum memenuhi kewajibannya terhadap Evelyn hingga DJ asal Jepang tersebut.

"Baru dibayar sekitar sepuluh persen lah, itu pun karena ditagih-tagih. Alasannya ini-itu," jelasnya.

Olehnya demikian, jika sampai pada Rabu (6/11) 2019 mendatang, belum juga melunasi honor tersebut. Maka, terpaksa Rizky Adam akan dilaporkan ke pihak yang berwajib.

"Saya pikir kalau nantinya dia tidak mengindahkan, maka dari pada itu kita akan melakukan upaya hukum dengan melaporkan ke polisi dengan pasal 378 dan 372 KUHP penipuan dan penggelapan. Maksimal 4 tahun penjara (hukumannya)," kata Hendry Indraguna, kuasa hukum Evelyn Nada Anjani.




Sumber: akurat.co